Sabtu, 05 September 2009

M.T.C. is best friends

Di hari yang cerah, Talisha membantu ibunya memasak. Lalu, tiba-tiba teman Talisha datang, Cindy dan Muhshonah. Karena sekarang Hari Minggu, Talisha ingin bermain dengan Cindy dan Muhshonah.
"Talisha, kamu main saja sama Cindy dan Muhshonah."Bujuk ibu,
"Tapi, bu,Talisha belum selesai cuci piringnya."Kata Talisha .
"Sudahlah, kamu main saja biar ibu yang lanjutkan,"
"Kasihan temanmu menunggu, ayo sana."Lanjut ibu
"Terimakasih,bu,Assalamualaikum."Talisha keluar sambil senyum-senyum,
"Wa'alaikumsalam."
Lalu, mereka bertiga pergi menuju 'Taman Impian' mereka (taman yang sangat istimewa bagi mereka bertiga). Karena disana ada seluncuran,ayunan, dan masih banyak lagi. Biasanya mereka di taman itu, mereka membaca buku. Karena disana ada perpustakaan anak-anak seumuran mereka. Tapi hari ini mereka tidak pergi ke perpustakaan. Karena disana ada atraksi lumba-lumba, untuk melihatnya mereka tidak perlu bayar.
"Cindy,Talisha,kita lihat atraksi lumba-lumba,yuk!"Ajak Mihshonah,
"Tapi,kan, kita cuma punya uang tiga ribu."Kata Talisha,
"Iya, apalagi disana kan mahal bayarnya."Lanjut Cindy sambil duduk di kursi.
"Tenang saja, gratis,kok!ayo cepat masuk,yuk!"Bujuk Muhshonah.
Lalu,mereka pun masuk ke tenda atraksi lumba-lumba,mereka melihatnya sambil berteriak. Lalu,Talisha sama presenternya disuruh maju ke depan untuk menaiki perahu,tetapi didorong oleh lumba-lumba. Talisha sangat senang. Muhshonah juga ingin,sayangnya harus bayar. Yang Talisha, kan gratis.
"Wah,tadi rame banget,ya!"Kata Talisha sambil senyum-senyum.
"Hahaha,iya,ya. Kalau Muhshonah gimana?"Tanya Cindy.
"......."Muhshonah terdiam.
"Muhshonah,kamu kenapa?kamu engga seneng?"Tanya Talisha.
"Iya,dari taadi kamu diam terus,kenapa?"Kata Cindy.
"Aku engga seneng sama kalian berdua."Jawab Muhshonah sambil menundukan kepalanya.
"Lho,kenapa,Mush?"Tanya Talisha .
"Kenapa,sih kalian berdua terus?! jangan dekatin aku lagi!"Jawab Muhshonah sambil lari ke rumahnya .


Keesokan harinya disekolah, Talisha dan Cindy tidak melihat Muhshonah. Baru pertama kali ini Muhshonah marah-marah kepada Talisha dan Cindy,waktu kejadian kemarin di taman Talisha dan Cindy sangat kaget melihat Muhshonah marah-marah seperti itu.
"Cindy,Muhshonah kok jadi begitu,ya?"Tanya Talisha kepada Cindy.
"Iya,ya."Jawab Cindy sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Eh,kita tanya ke Bu Aminah,yuk!"Ajak Talisha.
"Yuk."Lanjut Cindy.

"Bu Aminah, lihat Muhshonah engga?"Tanya Talisha kepada Bu Aminah.
"Lho,kalian engga tahu,ya. Katanya Muhshonah pindah sekolah."
"APA?!?!?!?!"Talisha dan Cindy serempak.
"Kok,Muhshonah engga kasih tahu,ya. Ya sudah,bu. Makasih ya."Kata Talisha .
Saat sepulang sekolah, Talisha dan Cindy pergi kerumah Muhshonah. Lalu,ibunya Muhshonah tidak sengaja keluar untuk menyiram tanaman. Lalu, ibunya Muhsonah melihat diluar pagarnya ada Talisha dan Cindy. Lalu,ibunya Muhshonah menyuruhnya untuk masuk.
"Tante, kalau Muhshonah mau pindah sekolah?"Tanya Cindy kepada ibunya Muhshonah.
"Iya,betul. Memang kenapa?"ibunya Muhshonah balik menanya.
"Kenapa Muhshonah mau pindah sekolah?"
"Kata Muhshonah dia engga mau temenan lagi sama kalian."Jawab ibunya Muhsonah .
Lalu, mereka berdua menceritakan tentang kejadian di 'Taman Istimewa' kemarin. Lalu, Talisha dan Cindy pamit untuk pulang,karena sudah sore hari. Lalu,dirumah Talisha, Talisha mandi sore dan mengerjakan pr (pekerjaan rumah)nya. Setelah selesai, dia menelepon Cindy untuk merencanakan pergi ke taman istimewa lagi bersama Muhshonah, karena hari Selasa libur. Cindy mencoba menelopon Muhshonah, lalu Muhshonah juga mau ikut ke taman istimewa itu. saat di taman, Muhshonah meminta maaf kepada Talisha dan Cindy. Pastinya Cindy dan Talisha mau memaafkan Muhshonah. Lalu, Talisha mempunyai ide untuk membuat grup.
"Cindy,Muhshonah, mau enggak kita buat grup?"Tanya Talisha,
"Lagi pula kita kan sudah baikan."Lanjut Talisha.
"Boleh,boleh!!!"kata Cindy Muhshonah serempak.
"Ya,sudah kita bikin nama grupnya, 'M.T.C'. Yaitu, Muhshonah,Talisha,dan Cindy."Kata Talisha.
"Bagus,tuh!"Lanjut Cindy.

Akhirnya mereka bertiga menjagi se grup. Dan mereka, jika dari sekolah ada pr(pekerjaan rumah), mereka sering mengerjakannya bersama-sama.



Rabu, 24 Juni 2009

Ayo kita main bola basket!

Di suatu hari yang sangat cerah, ada seorang anak laki-laki bernama Ahmad. Ia berumur 9 tahun. Dari kecil, dia gemar sekali bermain bola basket,buktinya sekarang dia tinggi sekali. Saat itu, dia bertemu dengan teman-temannya yang sedang bermain bola basket, langsung saja Ahmad ikut bermain. Tapi, kurang satu orang lagi. Untung saja ada Ilham, sahabat sejatinya Ahmad. Ilham juga gemar bermain bola basket. Langsung Ahmad berlari dari lapangan menuju Ilham (mengajak Ilham bermain).
Tak terasa hari sudah sore,mereka pun pulang ke rumahnya masing-masing. Tetapi Ahmad belum pulang, sebelum pulang dia duduk di bangku kayu dekat lapangan,lalu Ilham menghampirinya.
“Ahmad, kenapa kamu belum pulang?”tanya Ilham sambil duduk disebelahnya.
“Aku…masih ingin bermain basket.”jawab Ahmad dengan sedih.
“Kalau begitu kita main basket saja!”ajak Ilham,
“Tapi,cuma berdua…”
“Ah…tidak apa-apa. Walaupun berdua tapi tetap rame kok.”
“Kalau begitu,ayo!”ajak Ahmad, dan dia kembali senang. Dan mereka berdua langsung bermain bola basket.


Saat sepulang sekolah….
“DUUG!!...DUUG!!...”Ahmad memainkan bola basket dengan semangat.
“Ahmad…!!!”Teriak Rino, teman sebangkunya Ahmad.
“Oh, hai Rino,ada apa?”Tanya Ahmad.
“Aku ikutan main bola basket dong!”seru Rino,
“Boleh saja. Kalau begitu ayo kita main.!”ajak Ahmad.



Karena hari ini hari libur, maka Ahmad,Ilham, Rino dan teman-temannya akan bermain bola basket di lapangan. Saat pembagian kelompok, ternyata Ahmad sekelompok dengan Rino dan Ilham. Lalu mereka bermain bola basket, dan ternyata kelompok Ahmad yang menang dengan skor 6-4. Ahmad, Ilham, Rino sangat senang. Tak terasa matahari sudah diatas kepala kita ( siang hari), mereka pun langsung pulang kerumah masing-masing.


Saat dirumah Ahmad, ternyata saudara-saudaranya datang ke rumahnya. Ahmad sangat senang, sayangnya dia tidak bisa bermain dulu dengan saudaranya. Karena dia merasa kelelahan, dan langsung saja dia masuk kekamarnya dan berbaring di kasurnya.

Saat sore hari Ahmad bangun dan dia mau bermain dengan saudara-saudaranya. Ahmad mengajak saudaranya bermain PS (Play Station). Tidak seperti biasanya, padahal Ahmad gemar sekali bermain bola basket.
“Ahmad…!!!”teriak ibu Ahmad,
“Iya, apa,bu?” Tanya Ahmad.
“Kamu belum makan siang,kan?”Tanya ibu.
“Belum,bu.”jawab Ahmad sambil memainkan gamenya.
“Ya sudah kalau begitu kamu makan dulu, biar Agung yang menggantikan kamu.”
“Iya,bu.”


Saat selesai hari libur, Ahmad tahu kalau hari ini ada pertandingan bola basket di sekolah. Dan Ahmad segera bersiap-siap pergi kesekolah. Saat disekolah,teman-teman Ahmad sudah bersiap-siap. Langsung saja mereka masuk kelapangan sekolah. Dan Ahmad sekelompok dengan Rino dan Ilham lagi. Dan mereka langsung mulai tanding bola basket. Selesai tanding basket kelompok Ahmad yang juara 1 mereka mencapai skor 12-6. Tetapi, yang menjadi juara di kelompok Ahmad adalah Ahmad. Karena Ahmad jago sekali bermain bola basket. Ahmad sangat senang.

Selasa, 23 Juni 2009

I Love Ice Cream!!

Keisya,anak SD yang duduk dibangku kelas 4, sangat menyukai es krim. Jika ada uang bekas jajan disekolahnya,Keisya suka membeli es krim di toko terdekat. Dia sangat senang es krim rasa vanila. Saat itu,dihari Minggu,Keisya dibangunkan oleh Ibu. Dia dibangunkan karena hari ini mau diajak ke temapat makan. Ibu dan ayah sengaja tidak memberitahukan tempat makananya,karena itu makananya yang Keisya sukai. Saat di tempat makanan itu, Keisya bingung. Karena Keisya belum pernah ke tempat itu.
"Bu,ini dimana? kok, Keisya belum pernah kesini?"Tanya Keisya.
"Lihat saja nanti."Jawab Ibu sambil terseyum.
"Hah?!?!?! Ice cream world.?!?!"Keisya kaget,
"Wah,hebat. Terimakasih ibu,ayah."Lanjut Keisya sambil memeluk Ibu dan ayah.
"Nah,sekarang masuk,yuk!"Ajak ayah.

Di tempat itu,banyak sekali tentang es krim. Disana juga ada es krim gratis, apalagi ada rasa vanila,rasa kesukaan Keisya. Keisya langsung meminta izin kepada ibu dan ayah untuk mengambil es krim itu. Saat sedang memakan es krim, ada seorang anak perempuan yang seumuran dengan Keisya,duduk di sebelahnya. Lalu, Keisya bertanya kepada anak itu.
"Hai,namamu siapa?"Tanya Keisya.
"Hai,namaku Chacha,kamu?"Chacha balik tanya.
"Oh,aku Keisya. Salam kenal ya."Jawab Keisya dengan ramah.
"Eh,itu kan es krim rasa vanila, kamu suka rasa vanila?"Tanya Chacha.
"Iya, aku suka. Kamujuga suka?"Tanya Keisya.
"Iya,aku suka sekali rasa vanila dan aku sangat suka es krim."Jawab Chacha.
"Wah sama."kata Keisya.
Keisya sedang asyik-asyiknya berbincang-bincang dengan Chacha,lalu dipanggil ibunya untuk pergi lagi ke mall. Keisya pamit untuk pulang kepada Chacha. Saat di mall, Keisya ingin es krim lagi, langsung saja ibu membelikannya. Saat dirumah, Keisya lihat ke dalam lemari es. Ternyata ada es krim rasa vanila, Keisya ingin tapi, Keisya makn siang dulu agar nanti tidak sakit perut. Setelah Keisya makna, Keisya mengambil es krim dan memakanyya sambil berkata'I Love Ice Cream!!'.

Senin, 27 April 2009

Yea!! aku dapat nilai yang baik!

Memang, jika rajin belajar pasti jadi pintar. Sebentar lagi akan ada UAS, semester satu. Dhilla, anak kelas 3-A, yang pintar, baik hati, cantik, jika ada hari pembagian rapot, Dhilla selalu yang mendapat ranking satu di kelasnya. Dhilla mau berteman dengan siapa saja, Dhilla tidak memilih-milih teman.

Saat hari Sabtu, Bu Dian, guru kelas 3-A membagikan surat kepada murid-muridnya. Yang berisi, jadwal UAS.
Senin-13 April-09: Matematika
Istirahat
B.Indonesia


Selasa-14 April-09:IPA
Istirahat
IPS

Rabu-15 April-09: PKN
Istirahat
B.Inggris

Kamis-16 April-09:B.Sunda
Istirahat
PAI( Pelajaran Agama Islam )

Jum'at-17 April-09:Aqidah Akhlak
Istirahat
Qur'an dan Hadits.

Saat sepulang sekolah, Dhilla langsung memperlihatkan kertas surat yang tadi Bu Dian kasih, kepada ibunya. Lalu, Dhilla mengganti bajunya dan belajar untuk hari Senin. Saat Hari Minggu, ayah, ibu, Dhilla dan Kak Nadya, membersihkan rumah bersama-sama. Ayah tugasnya membersihkan kolam ikan dan mencuci mobil. Ibu, menyiram tanaman di halaman depan dan halaman belakang. Lalu, Kak Nadya mengepel lantai dan membereskan barang-barang yang berantakan. Sementara Dhilla membereskan kamar Dhilla, Kak Nadya, dan ayah ibu. Saat semua selesai membereskan tugas-tugasnya, sekeluarga berkumpul dsudah dibagi rapotulu dengan keluarga. Lalu, Dhilla mengulang pelajaran untuk UAS.

Saat hari pertama UAS, Dhilla bingung mencari kelas untuk UAS. Saat pulang sekolah, Dhilla ditanya oleh ibunya,
"Anak ibu, sudah pulang."Kata ibu sambil memeluk Dhilla.
"Dhilla kamu tadi bisa mengerjakan ulangannya?"tanya ibu.
"Alhamdulillah bisa, bu."Jawab Dhilla
"Yakin 100 % nih?"tanya ibu.
"Yakin, bu."
Saat seterusnya, hari itu sudah dibagikan rapot, ternyata Dhilla ranking satu lagi. Ayah sudah berjanji kepada Dhilla, kalau Dhilla ranking satu akan diberi boneka barbie. Dhilla sangat senang sekali.

Sabtu, 25 April 2009

Kembalikan buku ceritaku!

Saat hari kenaikan kelas, Rani dan orangtuanya dipanggil oleh wali kelasnya. Saat wali kelasnya memberitahukan, bahwa Rani ranking satu. Rani nilainya terbesar di kelasnya. Waktu minggu lalu, ayah pernah berjanji jika Rani rangking satu, maka nanti sekeluarga akan membeli buku, berapa saja ayah bayar. Saat liburan kenaikan kelas, Rani meminta ayah untuk membeli buku hari ini.
"Ayah, beli bukunya hari ini, ya."ajak Rani,
"Iya,iya."lanjut ayah,
"Horeee!!!"teriak Rani sambil melompat.
Saat itu, mereka sekeluarga, ayah, Rani,ibu,dan kak Merlin, pergi ke toko buku, Gramedia. Pasti sudah tahu kan. Mereka sibuk memilih buku. Lalu, Rani sudah menemukan buku cerita yang kelihatannya sangat bagus. Nama bukunya yaitu, "My Soulmate". Lalu, Rani jalan menuju ayah dan memperlihatkan buku yang ingin dia beli. Saat itu, setelah sampai rumah, Rani langsung membaca buku yang tadi ia beli. Sebetulnya, Rani membeli empat buku cerita. Cuma,yang ingin dia baca duluan yang judulnya my soulmate. Lalu,setelah tamat membaca buku my soulmate, ada teman Rani yang meminjam bukunya,yaitu Zahra. Saat keesokan harinya, Rani pergi ke rumahnya Zahra, dia mau meminta bukunya kembali.
"Assalammualaikuumm,"
"Zahra..Zahra..."sapa Rani.
"Waalaikuumsalam, eh Rani!"sambung Zahra,
"Ada apa Rani?"tanya Zahra,
"Aku mau minta buku yang kau pinjam itu kembali."jawab Rani.
"A...a...a..bukunya belum tamat Ran!"kata Zahra dengan sebuah alasan
"Ooo..begitu ya..ya sudah nanti saja deh! aku mau pulang dulu. Assalammualaikuum."
"Waalaikuumsalaam."
Lalu, Rani pulang ke rumahnya. Sebenarnya, Zahra sudah tamat bacanya dari hari kemarin, cuma buku itu Zahra tidak tahu menyimpannya dimana. Saat keesokan harinya Rani meminta kembali buku yang dipinjam Zahra itu kembali. Tapi, tetap saja alasannya Zahra belum tamat membaca. Saat pulang ke rumahnya, Rani langsung menuju kamarnya dan membuka buku diarynya. Dia membuka diarynya untuk menulis rahasia hari ini.
Dear dyary....hari ini aku kesal sekali. Karena bukuku belum dikembalikan.
Rasanya, Zahra menyimpan sesuatu dariku. Karena Zahra selalu membuat
alasan kepadaku. Apakah buku itu hilang??? atau rusak??aku tidak mau buku
itu hilang begitu saja ataupun rusak begitu saja. Semoga buku itu tidak kenapa-
kenapa. Jika hilang ataupun rusak, aku merasa bersalah kepada ayahku........
Rani, seperti ingin menangis. Karena kehilangan buku cerita yang menarik sekali. Saat itu, Zahra masih sibuk mencari buku itu, belum ketemu juga. Saat itu, Zahra cari dikamar kakaknya. Ternyata ketemu. Mungkin kakaknya meminjam buku itu. Lalu, Zahra langsung pergi kerumahnya Rani.
"Rani..Rani..Rani.."kata Zahra.
"Ada apa Zahra?!?!"tanya Rani sambil mengambek.
"I..i..i..ini aku mau kembaliin buku kamu."jawab Zahra sambil menunduk.
"Makasih ya!!"teriak Rani dengan gembira.
Lalu, Zahra pamit untuk pulang. Saat itu, jika Zahra meminjam buku temannya akan langsung mengembalikannya.

Jumat, 17 April 2009

Bersedekah,yuk!

Siang hari yang sangat panas itu, orang-orang menjadi tidak bersemangat. Kepanasan, keringat bercucuran. Menjadi tambah tidak bersemangat, tetapi disiang hari itu, ada seorang gadis kecil yang bernama Fatimah, masih bersemangat. Saat sepulang sekolah, diperjalanan Fatimah melihat pengemis. Pengemis itu seorang nenek-nenek sudah sangat tua. Karena Fatimah sangat kasihan, Fatimah memberikan sisa uangnya jajan. Saat dirumah, Fatimah menceritakan kepada ibunya.
"Assalammualaikuum"salam Fatimah,
"Waalikuumsalam."Lanjut ibu,
"Ibu,ibu tadi sepulang sekolah, ada pengemis bu."sambung Fatimah.
"Terus kamu gimana?"tanya ibu sambil menggendong Fatimah.
"Aku kasih aja sisa uang jajanku." jawab Fatimah sambil memegang tangan ibunya.
"Waah! kamu ikhlas nih?"tanya ibu.
"Ya iyalah,bu, soalnya kesian. Pengemisnya nenek-nenek sudah tua sekali."
"Ya sudah. Sekarang kamu ganti baju dulu, nanti kita makan dulu."ajak ibu.
"Ya,bu."
Lalu, Fatimah mengganti bajunya dengan baju rok selutut, bergambar Princess Cinderella. Lalu, sebelum makan ibu mengajak Fatimah cuci tangan dulu. Agar kuman tidak nempel ditangan. Mereka berdua makan ayam tepung. Kesukaannya Fatimah. Keesokan harinya setelah pulang sekolah, Fatimah melihat pengemis yang kemarin lalu dia mengasihkan sisa uang jajannya lagi. Setelah berterus-terus mengasihkan uangnya kepada pengemis. Uang Fatimah jadi habis.
"Ibu! uangku habis."teriak Fatimah merasa sedih,
"Uangnya habis!"sambung ibu,
"Iya, bu"
"Ooh, mungkin karena kamu mengasih uang terus ke pengemis,ya?"tanya ibunya.
"Iya, bu."jawab Fatimah sambil menunduk di depan ibu.
"Bagaimana kalau mengasih uangnya dicicil aja?"tanya ibu lagi.
"Mmm...dicicil itu apa bu?"Fatimah balik menanya sambil garuk-garuk kepalanya.
"Misalnya, kamu masih punya uang sisa Rp. 4.000,00,"
"Terus kamu kasih ke pengemis cuma Rp.1.000,00/2.000,00."Maksud ibu.
"Oh,ya sudah. Terimakasih,bu."
Saat lain harinya, Fatimah menuruti apa kata ibunya. Dan uangnya dicicil. Waktu kemarin, ibu pernah mengatakan kalau bersedekah itu tidak hanya mengasihi uang saja. Bisa juga dengan senyuman. Jadi, ketika Fatimah sedang tidak ada uang, Fatiimah hanya memberikan senyuman yang manis, dan juga ikhlas. Saat dirumah saudaranya, Fatimah bersedekah ke saudaranya. Tetapi tidak memakai uang, hanya saja memakai senyuman yang manis dan ikhlas. Senyumannya Fatimah sangat manis. Apalagi Fatimah pakai jilbab,jadi tambah manis. Jadi, kita bersedekah tidak usah mengasihi uang, sesama saudara muslim harus saling senyum.

Kamis, 16 April 2009

Bersahabat itu menyenangkan,ya!

Di suatu hari yang sangat indah, terdapat banyak bunga-bunga yang sangat indah,lebah-lebah dan kupu-kupu, menari di sekitar bunga-bunga yang sangat indah itu. Pagi itu, adalah Hari Minggu. Sangat banyak orang-orang lari pagi dengan keluarganya, dan ada juga yang sedang menaiki sepeda dengan teman-temannya. Hari Minggu yang indah itu, ada seorang gadis bernama Icha. Dia menaiki sepeda dengan teman-temannya. Ada 3 orang laki-laki dan 2 anak perempuan ( termasuk Icha ). 3 anak laki-laki itu bernama Dhika, Hafidz, dan Biyan yang gemuk. Dan ke 2 anak perempuan itu adalah Amara dan pastinya adalah Icha. Hari itu, mereka pergi ke luar komplek, tetapi tidak jauh. Hari itu, turun hujan agak besar. Mereka berlima kehujanan dan badannya menjadi basah. Setelah itu, Biyan menemukan tempat yang bagus untuk berteduh. Saat hujannya sudah agak reda, mereka berlima melanjutkan perjalanannya. Mereka berlima pastinya membawa uang jajan dari orangtuanya. Lalu, mereka berhenti dulu di sebuah jalan. Mereka akan jajan dulu. Banyak sekali jajanannya. Ada cakue, siomay, martabak mini, dan masih banyak lagi.
"Eh, Dhika, Hafidz, Biyan kita mau jajan dulu,ya!" kata Icha dan Amara serempak.
"Iya, kami juga."kata Biyan dengan agak sambil berteriak.
Amara dan Icha membeli cakue. Karena cakuenya enak sekali dan masih hangat. Setelah itu, Biyan dan Dhika beli lontong kari. Lalu, Hafidz juga membeli cakue yang enak dan masih hangat. Setelah itu, mereka juga bekal minum. Lalu mereka minum air yang mereka bawa. Saat itu kami pulang kembali, tetapi pulangnya tidak ke rumahnya masing-masing. Malah ke rumahnya Icha. Tetapi, Dhika pulang ke rumahnya. Kelihatannya, Dhika marah, tetapi tidak tahu marah ke siapa.
"Akkhh! Hp nya Dhika ketinggalan di tasku!"teriak Icha.
"Sudahlah, nanti saja besok selagi disekolah. Oke?"Amara memberi pengertian kepada Icha.
"Iya, deh."
Di rumahnya Icha, Icha, Amara, Biyan,dan Hafidz menonton DVD. Menonton film menyeramkan tetapi kartun. Jadi, tidak terlalu menyeramkan. Yang filmnya judulnya "Monster House"itu, lho.
Filmnya sangat menarik. Yang tentangnya rumah kakek- kakek tua yang menyeramkan, yang rumahnya bisa bergerak. Saat ditengah-tengah film itu, mereka malah main perang bantal! mungkin karena bosan hanya menonton film saja.
"BRUK,BRUK,BRUK"suara pukulan bantal dan guliing yang sedang bertarung.
Bertarungnya, Icha dengan Hafidz, Biyan dengan Amara. Icha dan Amara setim. Dan Hafidz, Biyan setim. Sayangnya, Dhika tidak ikut bermain kerumah Icha. Amara, mainnya malah pake sapu! lalu Icha melarang Amara untuk pakai sapu. Karena sangat berbahaya jika pakai sapu. Karena tadi filmnya lupa dimatikan, langsung mematikan filmnya. Lalu, Icha kembali bertarung dengan Hafidz. Saat keesokan harinya disekolah, Biyan mengajak lagi Icha, Amara, Hafidz, Dhika bermain lagi di Hari Minggu. Lalu, Biyan mengajak satu teman Icha lagi. Namanya Zaki. Tapi sayangnya, tidak jadi. Karena ada teman teman yang lain mau memata-matai mereka. Saat istirahat di sekolah, mereka bermain di lapangan. Namanya bebentengan. Itu, lho yang harus mengenai benteng lawan. Permainannya sangat menyenangkan sekali. Saat pulang sekolah, di rumahnya Icha, Icha menulis rahasia di diarynya. Kita intip,yuk.
Dear diary..
Hari kemarin sangat menyenangkan. Pergi olahraga bersama teman-teman. Dan bermain
perang bantal dirumahku. Aku sangat senang sekali, lalu saat tadi siang disekolah, kami
bermain bebentengan dari awal istirahat dan sampai akhir istirahat. Itu juga membuatku
sangat senang sekali. Untunglah aku punya teman seperti mereka.
Itu tulisannya. Sangat menarik. Setelah itu, Icha dipanggil ibunya untuk membeli sayuran ke warung. Saat diperjalanan, Icha bertemu dengan Biyan, Zaki.
"Eh, ada Icha."sapa Zaki.
"Apaan, sih!"kata Icha sambil kelihatan agak marah.
"Eh, mau ga sekarang main!"ajak Zaki.
"Boleh. Eh, tapi ajak Amara dong."
"ya, iyalah, eh ngomong-ngomong kamu mau kemana?"tanya Zaki sambil kelihatan kebingungan.
"Mau ke warung dulu."jawab Icha.
"Oh, ya sudah cepat ke warung dulu!"perintah Zaki.
"Haah! apaan sih?! emang kamu itu ibu aku apa?" tanya Icha, marah.
Lalu, Icha pergi ke warung. Setelah pulang dari warung, mereka mengajak Amara. Saat itu, mereka menuju lapangan rahasia mereka. Mereka berempat main petak umpet. Yang jadi ucing nya adalah Zaki. Lalu, Icha berbilang di dalam hati.
Waah! Zaki,nih yang ucing. Pasti susah banget! saat sudah agak kesorean, mereka pulang ke rumah masing-masing. Keesokan harinya di sekolah, mereka mengajak Hafidz dan Dhika untuk membuat team. Nama teamnya adalah "That's My Best Friends!". Lalu, mereka berenam menjadi sahabat.